<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Viceant &#187; TelCo&#8217;s World</title>
	<atom:link href="http://blog.mizanul.net/category/telecommunication/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.mizanul.net</link>
	<description>Just another mizanul dot net site</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 13:01:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pelet dalam Telekomunikasi</title>
		<link>http://blog.mizanul.net/2008/04/08/pelet-dalam-komunikasi/</link>
		<comments>http://blog.mizanul.net/2008/04/08/pelet-dalam-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 12:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mizan</dc:creator>
				<category><![CDATA[TelCo's World]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mizanul.net/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Media telekomunikasi dewasa ini berkembang sedemikian pesatnya mulai dari yang awalnya berasal dari surat melalui kurir, surat merpati pos, telegraf, radio, telepon, televisi, faksimile, handphone hingga komputer dengan internetnya telah membawa kita ke dunia baru. Bahkan sekarang orang bisa bertatap muka meskipun terpisah jarak diantara kita (ciee roman banget nich). Namun ada beberapa tipe media [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Media telekomunikasi dewasa ini berkembang sedemikian pesatnya mulai dari yang awalnya berasal dari surat melalui kurir, surat merpati pos, telegraf, radio, telepon, televisi, faksimile, handphone hingga komputer dengan internetnya telah membawa kita ke dunia baru. Bahkan sekarang orang bisa bertatap muka meskipun terpisah jarak diantara kita (ciee roman banget nich).</p>
<p>Namun ada beberapa tipe media telekomunikasi yang sudah ada sejak dari dulu namun belum pernah dikategorikan telekomunikasi oleh dunia internasional atau bahkan nasional sekalipun. Bahkan standard ITUnya belum ada. Contohnya : pelet, santet ataupun pengobatan supranatural jarak jauh.</p>
<p>Mengapa saya menggolongkan tiga hal di atas sebagai telekomunikasi? Karena keempat hal yang dipersyaratkan untuk dapat masuk kategori telekomunikasi (pengirim, penerima, jarak dan informasi) semuanya ada di sana.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Contoh : pelet.<br />
Di sana ada pengirim yakni seseorang (umumnya laki-laki) yang ditolak cintanya. Biasanya karena keterbatasan kualitas wajah atau kapasitas dompet.<br />
Di sana ada sang penerima pelet yakni seseorang (umumnya wanita) yang dikejar-kejar banyak penggemar. Biasanya cantik mempesona dan sangat kontras bila harus disandingkan dengan pihak pengirim wajar kan kalo sang cewek nolak.<br />
Di sana ada jarak yang memisahkan mereka berdua. Kasian banget kalo gak ada jarak. Bencana buat sang cewek dan anugrah buat sang cowok.<br />
Dan yang terakhir ada informasi yang dipertukarkan yaitu keinginan sang cowok yang menggebu-gebu untuk mendapatkan pujaan hatinya. Dan informasi balikan berupa hasrat tak tertahankan untuk muntah dari pihak wanita. Sayang hasrat ini tidak diketahui atau seringnya pura-pura tidak tahu oleh pihak pria. Kalo mau ditilik lagi ini adalah komunikasi searah yaitu sang pengirim memaksakan kehendak kepada sang penerima tanpa menghiraukan sinyal balikan. Dunia sungguh kejam pada makhluk secantik itu. Xixixi</p>
<p>Nahh&#8230; karena memenuhi pra syarat telekomunikasi itu maka sebenarnya pelet bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk telekomunikasi. Sebenarnya menjadi pertanyaan besar mengapa ilmu pelet ini tidak diakui oleh dunia internasional lewat ITU-T atapun oleh dunia nasional lewat Dirjen Postel.</p>
<p>Mungkin satu kendala yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah tidak memungkinkan melakukan pengukuran terhadap media yang dikirimkan melalui pelet dan santet. Juga pengukuran terhadap dampak penerima? Apakah pesan sudah berhasil diterima atau tidak? Sayang sepertinya tidak ada yang berminat melakukan percobaan di laboratorium untuk menghitung efek-efeknya.</p>
<p>Jika parameter-parameter yang ada di dalamnya bisa diukur maka akan mudah dalam membuat peraturan atau pun standardisasi yang harus digunakan. Tentu akan mudah juga bagi bidang industri untuk melakukan mass production. Tentunya jangan lupa untuk dipatenkan sebagai media transmisi yang asli dari Indonesia (Wahh.. bisa-bisa mengalahkan patentnya CDMA oleh Qualcomm nich&#8230; <img src='http://blog.mizanul.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Kalau memang ini menjadi ilmu telekomunikasi maka gak bisa dibayangin soal yang harus dikerjakan oleh mahasiswa teknik telekomunikasi dalam mata kuliah Sistem Komunikasi Pelet Lanjut. Mungkin kurang lebihnya seperti ini :<br />
Hitung berapa gram menyan yang harus dibakar untuk dapat mengirim 3 buah paku berkarat dengan berat masing-masing 1 gram jika calon korban berada pada jarak 30 km dari penerima. Asumsi yang digunakan adalah cuaca cerah tidak ada aral melintang dan sang korban bukan seorang religius sehingga tidak memiliki firewall.</p>
<p>Hehehe soal yang aneh. Bagi yang bisa menyelesaikan harap kirim jawaban ke nomor hp di bawah ini dengan register terlebih dahulu Ketik Reg spasi JAWAB. Hadiahnya sangat menarik. Tiga kilo paku berkarat akan langsung dikirim ke perut Anda oleh Ki Joko Pinter. Pengumuman akan saya kirim langsung dari hp saya. Itupun kalo ada pulsa hehehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mizanul.net/2008/04/08/pelet-dalam-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Mode Komunikasi.</title>
		<link>http://blog.mizanul.net/2008/03/25/tiga-mode-komunikasi/</link>
		<comments>http://blog.mizanul.net/2008/03/25/tiga-mode-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 17:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mizan</dc:creator>
				<category><![CDATA[TelCo's World]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mizanul.net/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Dunia telekomunikasi mengenal tiga mode mendasar dalam berkomunikasi. Mode ini bisa diaplikasikan bahkan dikondisi apapun dan teknologi apapun dalam konteks pertelekomunikasian.   a. Simplex. Adalah mode komunikasi satu arah. Di sini pihak penerima tidak dapat memberikan informasi balikan. Atau sering juga disebut komunikasi broadcast (media penyiaran). Contoh yang sering ditemukan menggunakan mode ini adalah siaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia telekomunikasi mengenal tiga mode mendasar dalam berkomunikasi. Mode ini bisa diaplikasikan bahkan dikondisi apapun dan teknologi apapun dalam konteks pertelekomunikasian.<br />
 <br />
a. <em>Simplex</em>.<br />
Adalah mode komunikasi satu arah. Di sini pihak penerima tidak dapat memberikan informasi balikan. Atau sering juga disebut komunikasi broadcast (media penyiaran). Contoh yang sering ditemukan menggunakan mode ini adalah siaran televisi dan siaran radio. Disebut mode simplex karena saat anda menonton sinetron anda tidak diperkenankan untuk berkomunikasi dengan para pemain di sinetron tersebut. Kalo boleh ngobrol ama pemainnya bakalan berubah kali jalan cerita sinetronnya. Contoh lainnya adalah saat anda dimarahi oleh orang tua atau guru anda. Ya di sini anda tidak diperkenankan melakukan perlawanan karena inilah mode <em>simplex</em> alias satu arah.</p>
<p>Mode ini dapat diaplikasikan saat media transmisi yang digunakan dikuasai penuh oleh pihak pengirim. Keseluruhan <em>bandwidth</em> digunakan oleh pengirim.</p>
<p>b. <em>Duplex<br />
</em>Perlu dibaca ulang ini bukan durex. Ini duplex. <em>Duplex</em> adalah media komunikasi dua arah. Dimana pihak pengirim dan penerima bisa berkomunikasi dua arah secara bersama-sama. Contoh media yang menggunakan mode ini adalah telepon baik selular maupun fixed telepon rumah. Kedua belah pihak bisa berbincang secara bersama-sama. Mode ini tidak disarankan untuk orang berpacaran yang saling berkomunikasi karena bisa ribut dua belah pihak satu ngobrol ngalor satu ngidul mana nyambung.</p>
<p>Mode komunikasi ini dapat diplikasikan saat media transmisi dibagi dua. Satu untuk masing-masing sisi.</p>
<p>c. Half Duplex.<br />
Adalah media komunikasi dua arah. Namun berbeda dengan duplex, half duplex berkomunikasi dua arah secara saling bergantian. Jadi saat terjadi komunikasi antara A dan B. Saat A mengirim informasi (berbicara) maka B akan menerima informasi (mendengarkan). Demikian terjadi proses yang sebaliknya (<em>vice versa</em>). Contoh media yang menggunakan media ini adalah radio <em>walkie talkie</em>. Mode ini sangat disarankan untuk pasangan yang sedang berpacaran karena komunikasi yang sebenarnya adalah saat satu pihak menyampaikan curahan hatinya maka saat yang satunya untuk mendengarkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mizanul.net/2008/03/25/tiga-mode-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telekomunikasi sebuah definisi.</title>
		<link>http://blog.mizanul.net/2008/03/17/telekomunikasi-sebuah-definisi/</link>
		<comments>http://blog.mizanul.net/2008/03/17/telekomunikasi-sebuah-definisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 20:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mizan</dc:creator>
				<category><![CDATA[TelCo's World]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[prasyarat.]]></category>
		<category><![CDATA[telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mizanul.net/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Telekomunikasi terdiri dari dua kata. &#8220;Tele&#8221; dan &#8220;komunikasi&#8221;. &#8220;Tele&#8221; berarti jauh dan &#8220;komunikasi&#8221; berarti berhubungan atau saling tukar informasi antar dua pihak. Jadi telekomunikasi bisa diartikan pertukaran informasi antar dua pihak, pihak pengirim dan pihak penerima, dimana terdapat jarak di antara keduanya. Jadi kalo anda sedang berbincang secara langsung dengan rekan anda secara hadap2an maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telekomunikasi terdiri dari dua kata. &#8220;Tele&#8221; dan &#8220;komunikasi&#8221;. &#8220;Tele&#8221; berarti jauh dan &#8220;komunikasi&#8221; berarti berhubungan atau saling tukar informasi antar dua pihak. Jadi telekomunikasi bisa diartikan pertukaran informasi antar dua pihak, pihak pengirim dan pihak penerima, dimana terdapat jarak di antara keduanya. Jadi kalo anda sedang berbincang secara langsung dengan rekan anda secara hadap2an maka itu bukan termasuk telekomunikasi meskipun saat terjadi percakapan tersebut melalui media hand phone (boros pulsa kalee).</p>
<p>Media telekomunikasi yang paling sederhana yang bisa ditemukan di sekitar kita adalah telepon menggunakan media bekas kaleng susu yang dihubungkan dengan seutas benang senar. Media komunikasi &#8220;wired&#8221; (bukan weird) seperti ini sudah bisa dikelompokkan menjadi media telekomunikasi karena sudah ada jarak diantara pengirim dan penerima meskipun relatif dekat.<br />
<span id="more-18"></span><br />
Pertanyaan isengnya adalah komunikasi semacam ini termasuk komunikasi dengan mode apa?<br />
a. simplex.<br />
b. duplex.<br />
c. half duplex.</p>
<p>Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah : c. half duplex<br />
Penjelasannya adalah saat sisi A menyampaikan informasi maka sisi B diharuskan untuk mendengarkan. Demikian sebaliknya. Untuk penjelasan lebih lengkap mungkin bisa membaca lagi artikel berjudul, &#8220;Tiga mode komunikasi&#8221;.</p>
<p>Seperti sudah disebutkan bahwa untuk dapat dikatakan telekomunikasi harus memenuhi empat kategori. Ada pengirim, ada penerima, ada jarak diantaranya dan tak lupa ada informasi yang dipertukarkan. Tanpa kehadiran salah satunya maka sesuatu tidak bisa dikategorikan telekomunikasi.</p>
<p>Untuk pengirim, penerima dan jarak saya rasa sudah menjadi jelas bagi kita semua tanpa perla ada penjelasan lagi. Yang sedikit blur atau rancu adalah informasi. Apa sich yang dikategorikan informasi di sini?</p>
<p>Awalnya informasi yang dipertukarkan berupa tulisan (surat) kemudian beralih ke suara kemudian gambar lalu suara dan gambar bergerak (orang sering menyebut video). Mungkin kedepannya kita bisa menyaksikan holografik tiga dimensi lawan bicara lengkap dengan suara. Atau bahkan mungkin di masa yang lebih depan lagi kita bisa menyalurkan informasi keindraan seperti rasa masakan, bau, bahkan tidak menutup kemungkinan mentransmisikan perasaan kita.</p>
<p>Intinya kita tidak boleh terpaku pada definisi umum tentang informasi bahwa informasi harus berupa teks, gambar ataupun suara. Tapi dikembalikan lagi ke definisi awal informasi sebagai sinyal-sinyal yang bisa diterjemahkan kembali oleh penerima dan memiliki makna. Sinyal apapun itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mizanul.net/2008/03/17/telekomunikasi-sebuah-definisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

