Perayaan Waisak tahun ini, aku menyempatkan diri mengunjungi candi Borobudur untuk melihat prosesinya. Perjalanan Demak-Semarang-Magelang terbayarkan saat kaki ini mulai menginjak pelataran candi Borobudur. Tempai ini ramai dikunjungi umat Budha yang akan merayakan Waisak, wisatawan domestik dan mancanegara, tukang copet, wartawan pemburu berita, fotografer amatir dan profesional, dan fotografer gadungan seperti aku.
Loenpia jajah Jogja
Setelah dibahas secara kilat dalam sehari, akhirnya diputuskan bahwa tanggal 18 kemarin beberapa tukang Loenpia berangkat ke Jogja. Jam 7 pagi lebih sedikit, aku berangkat menjemput Munep, Ahmadi, dan Nining. Terus meluncur ke Salatiga menjemput Hars, dan bergabung dengan AriW di Solo. Kami menyempatkan diri untuk makan siang di Warung Timlo Sastro Solo (maaf ga ada skrinsut). Setelah shalat dhuhur, sekitar jam 1 siang kami melanjutkan perjalanan ke Jogja.
Sesampainya di Jogja, setelah telpon kesana-kemari, kami memutuskan untuk berkumpul di Plasa Ambarukmo. Di sana bergabung tukang Loenpia yang lain, Yogie, Niea, Pepeng, Lowo, Traju, dan Mbak Wiwie. Setelah puas lihat sana lihat sini dan belanja, kami melanjutkan perjalanan ke rumah Mbak Wiwie.
A Long Trip
15:10 Dapet telfon suruh ke Semarang, besok pagi!
16:22 Setelah telfon kesana kemari, akhirnya Tiket dah di tangan
19:20 Travel jemputan ke Bandara Soekarno Hatta dateng
22:50 Sampai di Bakauheni, nyebrang ke Merak, 2 jam terombang-ambing di laut
00:55 Nyampai di Tanah Jawa, mampir istirahat di RM Simpang Raya
03:45 Nyampai di Soekarno Hatta, nunggu pesawat
07:30 Terbang ke Semarang
08:45 Perjalanan selesai…

