Telekomunikasi sebuah definisi.

Telekomunikasi terdiri dari dua kata. “Tele” dan “komunikasi”. “Tele” berarti jauh dan “komunikasi” berarti berhubungan atau saling tukar informasi antar dua pihak. Jadi telekomunikasi bisa diartikan pertukaran informasi antar dua pihak, pihak pengirim dan pihak penerima, dimana terdapat jarak di antara keduanya. Jadi kalo anda sedang berbincang secara langsung dengan rekan anda secara hadap2an maka itu bukan termasuk telekomunikasi meskipun saat terjadi percakapan tersebut melalui media hand phone (boros pulsa kalee).

Media telekomunikasi yang paling sederhana yang bisa ditemukan di sekitar kita adalah telepon menggunakan media bekas kaleng susu yang dihubungkan dengan seutas benang senar. Media komunikasi “wired” (bukan weird) seperti ini sudah bisa dikelompokkan menjadi media telekomunikasi karena sudah ada jarak diantara pengirim dan penerima meskipun relatif dekat.

Pertanyaan isengnya adalah komunikasi semacam ini termasuk komunikasi dengan mode apa?
a. simplex.
b. duplex.
c. half duplex.

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah : c. half duplex
Penjelasannya adalah saat sisi A menyampaikan informasi maka sisi B diharuskan untuk mendengarkan. Demikian sebaliknya. Untuk penjelasan lebih lengkap mungkin bisa membaca lagi artikel berjudul, “Tiga mode komunikasi”.

Seperti sudah disebutkan bahwa untuk dapat dikatakan telekomunikasi harus memenuhi empat kategori. Ada pengirim, ada penerima, ada jarak diantaranya dan tak lupa ada informasi yang dipertukarkan. Tanpa kehadiran salah satunya maka sesuatu tidak bisa dikategorikan telekomunikasi.

Untuk pengirim, penerima dan jarak saya rasa sudah menjadi jelas bagi kita semua tanpa perla ada penjelasan lagi. Yang sedikit blur atau rancu adalah informasi. Apa sich yang dikategorikan informasi di sini?

Awalnya informasi yang dipertukarkan berupa tulisan (surat) kemudian beralih ke suara kemudian gambar lalu suara dan gambar bergerak (orang sering menyebut video). Mungkin kedepannya kita bisa menyaksikan holografik tiga dimensi lawan bicara lengkap dengan suara. Atau bahkan mungkin di masa yang lebih depan lagi kita bisa menyalurkan informasi keindraan seperti rasa masakan, bau, bahkan tidak menutup kemungkinan mentransmisikan perasaan kita.

Intinya kita tidak boleh terpaku pada definisi umum tentang informasi bahwa informasi harus berupa teks, gambar ataupun suara. Tapi dikembalikan lagi ke definisi awal informasi sebagai sinyal-sinyal yang bisa diterjemahkan kembali oleh penerima dan memiliki makna. Sinyal apapun itu.

5 Comments

  • jadi kapan diiresmikannya????

    mumpung jadwal makan2 saya kosong…

    *sengaja gak baca judul postingan*

  • siyap-siyap…..

  • ah, hetrik pertama saya…..

    *numpang pecicilan Zan* :p

  • *wah, ktemu juga…:D*

    waduh jadi inget masa lalu pas kuliah siskom….:))

  • Jadi resurrection-nya ini to, Zan…
    Mumet juga bacanya :)
    Tapi bagus, secara dirimu juga berkompeten di bidang telco, tapi bahasa teknisnya mbok dijelasin, kita orang awam kan ndak ngerti, Kangmas…

Speak up! Let us know what you think.