Akhirnya Datang Juga

Kemarin sore berakhirlah penantian panjangku. Paketan barang dari Jakarta yang aku tunggu-tunggu akhirnya sampai juga di rumah. Yang aku tidak habis pikir, adalah lamanya waktu pengiriman. Paket ini dikirim melalui TIKI ONS (Over Night Service). Seharusnya dalam jangka waktu satu-hari-satu-malam dari sejak dikirim, paket sampai di tempat tujuan. Paket dikirim dari Jakarta hari Jumat tanggal 12-Des-2008, sehingga harusnya sampai di Semarang hari Sabtu, atau setidaknya hari Minggu. Tapi baru hari Selasa sore barang ini sampai di rumahku, yang artinya hampir 4 hari lamanya pengiriman.

Ah sudahlah membahas masalah pengiriman barang. Sebenarnya barang apaan sih? Sebenarnya aku mau beli barang ini sudah sejak lama. hampir dua bulan yang lalu, dan baru seminggu kemarin kesampaian untuk membelinya. Power Supply Unit untuk PC desktopku. Setelah melihat-lihat katalog barang di Bhinneka.com, dan mengurutkannya berdasarkan range harga. Aku menemukan beberapa pilihan yang berimbang antara harga dan kemampuannya. FSP Blue Storm II – 500W, Corsair CMPSU-4500VX, ICUTE Titanium 550W, dan Silverstone Strider S50F. Setelah melihat review di HardwareSecret.com, pilihanku langsung tertuju ke Silverstone Strider.

Silverstone Strider Silverstone Strider

Dengan spesifikasi yang cukup untuk mengakomodasi PC-ku hingga dua tahun mendatang. Kemampuan yang ditawarkan PSU ini antara lain: daya maksimal 500W, Active-PFC, dua rail tegangan output, Over-Voltage Protection, Over-Current Protection, Short-Circuit Protection. Kesan pertama waktu aku membuka kotak bungkusnya adalah: wah bakalan susah mengatur kabelnya, soalnya kabelnya banyak banget :p. Dan betul saja, butuh lebih dari setengah jam untuk memasang dan mengatur jalur kabelnya.

ST50F Beraksi

Setelah semua terpasang langsung saja aku coba nyalakan. Suara kipasnya lebih senyap, karena menggunakan kipas yang lebih besar dari standar. Dalam kondisi pemakaian normal, hanya suara dari harddisk, yang sudah mulai uzur, yang terdengar. Suara aneh dari harddisk, yang biasa terdengar kalau malam saat tegangan PLN turun sampai 180v, juga tidak terdengar.

Target upgrade selanjutnya untuk PC ini, menambahinya dengan harddisk satu Terra. Semoga bisa tercapai dalam Q1 tahun depan 😀 Dengan asumsi nilai tukar Rupiah kembali turun ke kisaran Rp 9000an/US$. Doakan saya!

NB: Sebagian gambar diambil dari HardwareSecret.com

Cuman ngetest

Barusan upgrade engine blog ke WP 2.7, ditemani suasana kota Semarang yang sedang hujan rintik-rintik.

Tampilan dashboardnya berubah total. Katanya sih bakalan lebih enak untuk mengakses menu-menu yang sering digunakan. Salah satunya adalah fiture QuickPress, yang aku gunakan untuk menuliskan post ini. 😀

Fungsi auto-upgrade juga mulai diterapkan pada release 2.7 ini. Kira-kira lebih enak fungsi auto-upgrade bawaan WP atau yang dari Fantastico ya? Kita lihat saja nanti 😀

Kopdar Loenpia Jakarta

Tak terasa udah satu bulan lebih semenjak aku posting di blog ini. Bukan karena sibuk, bukan karena kehabisan materi postingan. Justru karena banyak materi yang bisa di-posting, akhirnya jadi bingung mau posting yang mana :p *alesan*.

Mungkin yang pertama akan aku ceritakan adalah acara kopdar di Jakarta kemarin. Karena ada tugas negara, dari tanggal 25 November – 4 Desember kemarin aku meluncur ke Jakarta. Selama 3 hari pertama cuma naek turun lift dari kamar ke ruang meeting yang ada di hotel yang sama, dan ke belakang hotel untuk makan malam. Hari Jumat sempat jalan-jalan ke Ambassador, mengantar yang lagi nyari monitor.

Hari sabtunya petualangan sebenarnya dimulai. Cabut dari hotel sekitar jam 9 pagi, berdua dengan temanku menuju ke Ragunan naek Busway. Perjalanan cukup lancar, walaupun di daerah Mampang sedang ada perabaikan jalan. Muter-muter dua jam lebih di Ragunan ternyata cukup melelahkan kaki. Setelah shalat dzuhur dan menyantap es dawet, perjalananku berlanjut ke arah Senayan.

Turun di halte Ratu Plasa sekitar jam dua kurang seperempat, aku langsung menuju ke Plasa Senayan untuk bertemu tukang Loenpia cabang Jakarta. Waktu nelpon Nilla, katanya udah pada kumpul di foodcourt lantai 3. Waktu naek ke lantai 3 tengak-tengok foodcourt kok ga ada. Ternyata aku salah masuk gedung :p. Langsung aja aku ngacir ke tempat yang bener di foodcourt Plasa Senayan. Di sana sudah berkumpul Nilla, Wiwik, Ully, dan Adam. Selang beberapa saat muncul Tuna dan istrinya. Dari semuanya, cuma Mbak Wiwik yang pernah aku temui di dunia nyata, yang lainnya baru ketemu di dunia maya.

Setelah kedatangan Tuna, tempat kopdar pindah ke food studio Senayan City. Ketua Loenpia cabang Jakarta Lowo juga menyusul ke tempat kopdar. Om Ragil dan keluarga juga menyempatkan mampir sebentar. Setelah makan dan ngobrol sana-sini, sekitar jam 5 kami memutuskan untuk meluncur ke arah kota untuk hunting kuliner. Setelah makan sate di ujung jalan Sabang, tempat kopdar pindah lagi ke pelataran Monumen Nasional (Monas). Duduk-duduk ngobrol di pelataran monas, sambil menikmati atraksi air muncrat, tak terasa waktupun mulai beranjak malam.

Sekitar jam 10 malam, rombongan bergerak pindah tempat lagi menuju Sarinah. Kopdar malam minggu itu ditutup dengan acara nobar Bolt di Djakarta 21. Dan aku sukses tidur kecapekan di dalam bioskop :p.